
Masjid At Taqwa : Ikon Kota Seribu Wali dan Pesona Arsitektur Islami
Januari 17, 2026
Menyusuri Jejak Sejarah dan Spiritualitas dengan Wisata Ziarah Cirebon
Januari 19, 2026Tidak Kalah Menarik! Destinasi Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon
Kesultanan Cirebon, salah satu kerajaan bersejarah dengan latar belakang Islam yang penting di Jawa Barat, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan budaya dan agama di wilayah tersebut. Salah satu tokoh paling terkenal dari Kesultanan ini adalah Syarif Hidayatullah, yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati memiliki peran yang besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat dan membantu membangun fondasi budaya Islam yang kuat di sana.
Hingga saat ini, peninggalan bersejarah Kesultanan Cirebon masih berdiri tegak dan menjadi saksi bisu dari masa lalu yang kaya. Salah satu contohnya adalah Keraton Kasepuhan, yang sebelumnya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon. Keraton ini tidak hanya menjadi tempat bersejarah yang mengesankan tetapi juga menjadi destinasi wisata yang penting bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam sejarah dan warisan budaya Jawa Barat.
Melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah seperti Keraton Kasepuhan, kita dapat menghormati dan merenungkan perjalanan panjang Kesultanan Cirebon serta kontribusinya dalam membentuk identitas budaya dan agama di wilayah ini. Berikut Hiace Transport akan sajikan informasi seputar Keraton Kasepuhan Cirebon.
Sejarah Keraton Kasepuhan
Awal Mula Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan Cirebon adalah istana tertua di Cirebon yang dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin, cicit dari Sunan Gunung Jati. Ia membangun keraton ini untuk menggantikan Keraton Pakungwati yang sudah tua dan tak lagi layak digunakan sebagai pusat pemerintahan. Nama “Kasepuhan” berasal dari kata “sepuh” yang berarti tua atau dihormati, menunjukkan bahwa istana ini adalah pusat kekuasaan utama. Sebelum berdirinya keraton ini, wilayah Cirebon sudah berkembang sebagai kota pelabuhan strategis yang menjadi jalur dagang dan penyebaran agama Islam.
Cikal Bakal Kesultanan Cirebon
Cikal bakal kesultanan dimulai oleh Pangeran Cakrabuana, putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran, yang memeluk Islam dan mendirikan Keraton Pakungwati. Kepemimpinan kemudian diteruskan oleh keponakannya, Sunan Gunung Jati, salah satu dari Wali Songo yang dikenal luas dalam sejarah dakwah Islam di Jawa. Di bawah Sunan Gunung Jati, Cirebon berkembang menjadi pusat dakwah penting dan menjalin hubungan erat dengan Kesultanan Demak, Banten, bahkan hingga Malaka.
Akulturasi Budaya dalam Arsitektur
Keraton Kasepuhan dibangun dengan arsitektur unik yang memadukan unsur Hindu-Buddha, Islam, Tiongkok, dan Eropa. Pengaruh Majapahit terlihat pada bentuk bangunannya, ornamen keramik Tiongkok menghiasi dindingnya, sementara sentuhan Eropa terlihat dari gaya jendela dan furnitur peninggalan kolonial. Salah satu peninggalan paling terkenal adalah Kereta Singa Barong, kendaraan kerajaan bergaya Barok yang kini disimpan di museum keraton.
Peran Keraton dalam Penyebaran Islam
Keraton ini juga berperan penting dalam pelestarian budaya dan tradisi Islam, seperti pembangunan Masjid Sang Cipta Rasa oleh para wali. Masjid ini dibangun tepat di depan keraton dan menjadi simbol kekuatan spiritual kerajaan. Cirebon juga menjadi pusat kegiatan dakwah, pendidikan, dan penyebaran Islam ke wilayah sekitar.
Masa Perpecahan dan Penurunan Kekuasaan
Pada abad ke-17, Kesultanan Cirebon mengalami perpecahan akibat konflik internal dan campur tangan Belanda. Akibatnya, kesultanan terpecah menjadi empat: Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Keprabonan, dengan masing-masing memiliki otoritas budaya sendiri. Kekuasaan politik keraton semakin menurun, meskipun adat dan tradisi tetap dijalankan.
Keraton di Masa Kolonial dan Kemerdekaan
Pada masa penjajahan Belanda, peran politik sultan sangat dibatasi, meskipun keraton tetap menjalankan fungsi adat dan keagamaan. Setelah Indonesia merdeka, Keraton Kasepuhan kehilangan kekuasaan administratif, namun tetap aktif sebagai penjaga warisan budaya Cirebon. Hingga kini, keraton masih digunakan untuk upacara adat seperti Grebeg Syawal, Panjang Jimat, dan berbagai tradisi Islam lainnya.
Keraton Kasepuhan Hari Ini
Keraton Kasepuhan kini terbuka untuk umum dan menjadi objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi. Di dalam kompleks, pengunjung bisa menyaksikan bangunan tua yang masih terawat, museum pusaka, lukisan Prabu Siliwangi, serta masjid tua yang berdiri kokoh. Meskipun zaman berubah, Keraton Kasepuhan tetap berdiri megah sebagai simbol kejayaan masa lalu dan warisan budaya Islam di pesisir utara Jawa.
Harga Tiket Masuk Keraton Kasepuhan
Tiket Masuk & Retribusi | |
Tiket Masuk Umum | Rp. 15.000,- |
Tiket Masuk Pelajar | Rp. 10.000,- |
Masuk Museum | Rp. 15.000,- |
Petilasan Dalem Agung Pakungwati | Rp. 10.000,- |
Paket Komplit Keraton – Museum | Rp. 20.000,- |
Paket Komplit Keraton – Museum Petilasan | Rp. 25.000,- |
Tour Guide | Rp. 50.000,- |
Jam Buka
Jam Operasional | |
Setiap Hari | 08.00 – 18.00 WIB |
Lokasi dan Rute Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan, terletak di Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasi ini memiliki sejarah yang kaya dan merupakan rumah bagi berbagai peninggalan budaya keraton Jawa. Jika Anda datang dari Stasiun Cirebon Kejaksan, Anda hanya perlu mengemudi sekitar 3,7 kilometer untuk mencapai keraton ini. Sementara itu, jika Anda memulai perjalanan dari Stasiun Cirebon Prujakan, jaraknya hanya sekitar 2,6 kilometer.
Namun umumnya banyak pengunjung yang datang bersama rombongan dengan menggunakan bus pariwisata ataupun elf dan Hiace, untuk itu jika Anda berencana berkunjung bersama keluarga atau kerabat lainnya dalam satu rombongan, sewa mobil Hiace menjadi rekomendasi terbaik untuk mengantar Anda bersama rombongan dengan jumlah 12-14 anggota menuju lokasi wisata. Selain itu elf jetbus long pariwisata juga bisa menjadi rekomendasi lainnya dengan jumlah seat sampai19 orang.
Jadi, jika Anda merencanakan kunjungan ke Keraton Kasepuhan, jangan ragu untuk hubungi Hiace Transport kami siap membantu Anda menjadikan perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Aktivitas & Spot Destinasi Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon
Selain pesona sejarahnya, Keraton Kasepuhan juga menawarkan kepada pengunjungnya sebuah museum yang mengesankan. Museum ini menyimpan koleksi benda pusaka dan lukisan berharga dari kerajaan yang merupakan jendela ke masa lalu Jawa yang kaya. Salah satu pameran yang tak boleh dilewatkan adalah kereta Singa Barong, sebuah kencana yang dulunya digunakan oleh Sunan Gunung Jati. Kini, kereta ini telah pensiun dari tugasnya dan hanya dihadirkan dalam upacara khusus pada tanggal 1 Syawal untuk dimandikan.
Saat Anda memasuki bangunan utama Keraton Kasepuhan yang berwarna putih, Anda akan menemukan sejumlah ruang yang mencerminkan kemegahan dan keindahan keraton Jawa. Ruang tamu yang indah, ruang tidur yang mewah, dan singgasana raja yang megah adalah bagian dari keajaiban arsitektur dan seni di dalam keraton ini. Ini adalah pengalaman yang luar biasa untuk menjelajahi dan menghargai kekayaan budaya yang ditawarkan oleh Keraton Kasepuhan di Cirebon.




1. Menikmati Kemegahan Tata letak dan Arsitektur
Di depan area keraton, terletak alun-alun yang pada masa lalu dikenal sebagai Alun-alun Sangkala Buana. Tempat ini digunakan untuk latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu, atau yang dikenal sebagai Saptonan. Selain itu, alun-alun ini juga merupakan pusat tata letak kompleks pemerintahan keraton. Di sinilah berlangsungnya pentas perayaan kesultanan, dan rakyat berkumpul untuk mendengarkan pengumuman dari Sultan.
Sebelah barat Keraton Kasepuhan terdapat Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang megah, merupakan hasil karya para wali. Masjid ini adalah pusat kegiatan keagamaan dan menjadi salah satu lambang penting dari kompleks keraton ini. Di sebelah timur alun-alun, dahulunya adalah pasar, dan sekarang dikenal sebagai Pasar Kesepuhan yang terkenal dengan berbagai produknya.
Tata letak keraton yang menghadap utara, dengan masjid di sebelah barat dan pasar di sebelah timur, merupakan model yang banyak diikuti oleh daerah-daerah pesisir di Jawa. Model ini mencerminkan nilai-nilai kultural dan tata letak yang memiliki nilai historis yang kuat, dan bahkan sampai sekarang, masih dipertahankan dan diikuti oleh banyak kabupaten dan kota di Jawa.
2. Keunikan Bangunan Area Siti Inggil
Siti Inggil, yang dalam bahasa Cirebon sehari-hari disebut sebagai “lemah duwur” atau tanah tinggi, adalah salah satu bangunan yang mencolok di kompleks Keraton Kasepuhan. Bangunan ini memiliki tembok bata kokoh yang mengelilinginya dan memiliki tampilan yang menyerupai kompleks candi pada masa Majapahit. Siti Inggil didirikan pada tahun 1529, pada masa pemerintahan Syekh Syarif Hidayatullah, yang juga dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Di dalam kompleks Siti Inggil, terdapat lima bangunan tanpa dinding yang memiliki nama dan fungsi tersendiri.
Pertama, Mande Malang Semirang, bangunan utama yang terletak di tengah kompleks. Bangunan ini memiliki 6 tiang utama, yang melambangkan rukun iman, dan total tiangnya berjumlah 20, yang melambangkan 20 sifat-sifat Allah SWT; Kedua, Mande Pendawa Lima, bangunan di sebelah kiri bangunan utama. Bangunan ini memiliki 5 tiang penyangga, yang melambangkan rukun Islam; Ketiga, Mande Semar Tinandu, bangunan di sebelah kanan bangunan utama dengan 2 tiang, yang melambangkan kalimat Syahadat; Keempat, Mande Pengiring, adalah bangunan di belakang bangunan utama yang digunakan sebagai tempat para pengiring Sultan.
Kelima, Mande Karasemen, bangunan disebelah Mande Pengiring, digunakan sebagai tempat para pemain gamelan. Di bangunan ini, masih digunakan hingga sekarang untuk membunyikan gamelan Sekaten (Gong Sekati), yang hanya dibunyikan dua kali dalam setahun, yaitu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Kompleks Siti Inggil ini adalah bagian penting dari Keraton Kasepuhan dan mengungkapkan kekayaan budaya dan sejarah yang dalam di dalamnya.
3. Mengunjungi Museum Pusaka
Setelah melewati gapura bergaya Majapahit yang memukau di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, pengunjung akan disambut oleh sejumlah koleksi benda pusaka yang tertata rapi dan indah. Salah satu yang paling mencolok adalah Kereta Kencana Singa Barong yang sangat ikonik. Kereta ini memiliki sejarah yang kaya, pernah menjadi kendaraan resmi Sunan Gunung Jati. Koleksinya yang berharga mencakup berbagai benda pusaka yang berasal dari masa Kerajaan Padjajaran, masa pemerintahan Fatahillah, Sunan Gunung Jati, Panembahan Ratu, hingga masa pemerintahan Sultan Sepuh I.
Di dalam museum, pengunjung akan menemukan fasilitas modern seperti televisi sirkuit tertutup, penyejuk udara, pencahayaan yang baik, ruang souvenir, dan kafetaria, yang membuat kunjungan Anda lebih nyaman dan informatif. Dengan lebih dari 2.000 unit benda pusaka yang dipamerkan, museum ini benar-benar merupakan sebuah tempat yang memungkinkan pengunjung untuk merenungkan dan menghargai warisan budaya yang luar biasa dari Keraton Kasepuhan dan sejarah Jawa.
4. Berfoto di Area Taman Dewandaru
Taman Bunderan Dewandaru yang berukuran 20 m2 merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi di Cirebon. Nama taman ini, “Bunderan Dewandaru,” menggambarkan bentuknya yang melingkar dan filosofi yang terkandung di dalamnya, yaitu kesatuan dan kelengkapan. Nama “Dewandaru” yang berasal dari bahasa Cirebon dapat diartikan sebagai Pinus Dewadaru, menambah unsur alam keindahan taman ini.
Taman ini juga didekorasi dengan pohon Soko, yang melambangkan suka hati, serta dua patung macan putih yang merupakan lambang dari keluarga besar Pajajaran. Meja dan dua bangku tersedia untuk pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati keindahan taman. Selain itu, taman ini juga menampilkan sepasang meriam yang dinamakan meriam Ki Santomo dan Nyi Santoni, yang memberikan sentuhan sejarah dan budaya pada lingkungan yang damai ini.
5. Festival Budaya
Beberapa acara yang sering diadakan di Keraton ini adalah kirab budaya atau pawai budaya, yang melibatkan beberapa kabupaten di sekitar Cirebon. Setiap daerah biasanya mempersembahkan atraksi budaya khas mereka, memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk lebih memahami kekayaan budaya yang ada di sekitar Cirebon. Selain itu, Keraton Kasepuhan juga menjadi tuan rumah untuk berbagai festival yang meriah.
Misalnya, Festival Keraton Nusantara yang menampilkan keragaman budaya keraton dari seluruh Indonesia. Ada juga Festival Topeng Nusantara, Grebeg Syawal, dan berbagai festival kebudayaan lainnya yang menambah pesona Keraton Kasepuhan sebagai pusat kegiatan budaya dan sejarah yang hidup. Dengan acara-acara ini, pengunjung memiliki kesempatan luar biasa untuk mengalami dan merasakan kekayaan budaya Nusantara dalam lingkungan yang istimewa dan bersejarah.
6. Belajar Sejarah
Bagi kalian yang suka belajar sejarah, Keraton kasepuhan cocok buat kamu. disini, kamu akan di pandu oleh tour guide yang akan menjelaskan sejarah keraton, silsilah kesultanan, hingga filosofi arsitektur dan adat istiadat yang berlaku. Jadi kamu gaakan kebingungan saat datang kesini, dan bisa sambil nambah pengetahuan tentang sejarah dari sumber yang dapat di percaya.
7. Kuliner di Sekitar Keraton Kasepuhan
Selain mengeksplorasi sejarah dan budaya di Keraton Kasepuhan, Anda juga bisa memanjakan lidah dengan kuliner khas Cirebon yang lezat di sekitar area ini. Beberapa hidangan yang patut Anda coba termasuk Nasi Jamblang, Tahu Gejrot, Empal Gentong, Docang, Nasi Lengko dan masih banyak lainnya.
8. Sholat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Untuk teman-teman yang memeluk agama islam, kalian bisa tetap malakukan ibadah shalat saat bewisata di keraton kasepuhan. Tak jauh dari kawasan keraton kasepuhan, kalian akan melihat masjid yang berdiri megah, dengan cirikhas berwarna merah. Yang makin membuat masjid ini begitu autentik dan unik. suasana masjid pun begitu teduh, sangat cocok buat kamu yang suka tempat tenang.
Tips Buat Kamu Yang Mau Berkunjung ke Keraton Kasepuhan
Ketika Anda bersiap-siap untuk berkunjung ke Wisata Keraton Kasepuhan di Cirebon, ada beberapa tips yang bisa membantu Anda menikmati pengalaman tersebut dengan lebih baik. Pertama, pastikan Anda mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan norma budaya Jawa. Ini penting karena Keraton Kasepuhan adalah tempat bersejarah yang masih dihormati sebagai tempat kerajaan, jadi hindari pakaian yang terlalu ketat, transparan, atau terlalu terbuka.
Kedua, jangan ragu untuk memanfaatkan pemandu wisata yang tersedia di sana. Mereka akan memberikan wawasan yang berharga tentang sejarah dan budaya Keraton Kasepuhan. Selain itu, periksalah jadwal kunjungan terlebih dahulu, karena mungkin ada pertunjukan budaya atau acara khusus yang bisa Anda saksikan. Terakhir, jangan lupa membawa air minum dan membayar tiket masuk yang mungkin diperlukan.
Liburan ke Keraton Cirebon kini lebih simpel dan hemat dengan Paket Wisata dari Naba Holiday. Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya bensin, rute jalan, hingga urusan parkir yang penuh. Cukup pilih paketnya, seluruh kebutuhan transportasi dan jadwal perjalanan Anda sudah diurus secara profesional. Kini momen liburan Anda terasa lebih tenang dan berkesan berkat layanan perjalanan yang terjadwal rapi.
Berkunjung ke Keraton Kasepuhan Dengan Sewa Mobil di Hiace Transport
Apakah Anda berencana untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan di Cirebon dengan rombongan? Hiace Transport siap membantu Anda membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan lancar. Dengan layanan rental Hiace, Anda dapat menikmati perjalanan yang aman dan praktis untuk rombongan besar Anda.
Hiace adalah pilihan yang sempurna untuk rombongan wisata, karena ini adalah kendaraan yang luas dan nyaman dengan kapasitas yang cukup besar. Dengan kendaraan ini, Anda tidak perlu khawatir tentang masalah parkir atau perpindahan antar-tempat wisata, karena Anda akan memiliki kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu untuk rombongan yang lebih besar, Anda bisa menggunakan layanan sewa jetbus elf long pariwisata atau bus medium.
Dengan armada yang terawat, sopir berpengalaman, dan harga yang kompetitif. Jadikan perjalanan Anda ke Keraton Kasepuhan menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan, jangan ragu untuk menghubungi Hiace Transport. Kami akan dengan senang hati membantu Anda merencanakan perjalanan rombongan Anda dengan sempurna.
Informasi
- Call Center : 0811 215 6666
- Hotline : 0811 249 3232 (Chat Only)
- Instagram : @hiacetransport
- Facebook : Hiacetransport
- Email : hiacetransport@gmail.com





