
The Great Asia Africa: Keliling 7 Negara 2 Benua dalam Sehari di Lembang
Oktober 27, 2025
Curug Putri Palutungan : Keindahan Air Terjun Alami di Kaki Gunung Ciremai
Oktober 28, 2025Candi Sewu : Keagungan Mandala Buddha Terbesar Kedua di Indonesia
Candi Sewu adalah salah satu mahakarya arsitektur Buddha yang paling memukau di Indonesia. Kompleks candi ini terletak sekitar 800 meter di sebelah utara Candi Prambanan. Lokasi ini menjadikannya bagian tak terpisahkan dari warisan budaya di Jawa Tengah. Meskipun namanya berarti “seribu candi” dalam bahasa Jawa, kompleks ini sebenarnya terdiri dari 249 bangunan. Nama aslinya yang terukir dalam prasasti adalah Manjusrigrha atau “Rumah Manjusri”. Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Keunikan ini membuatnya menjadi destinasi wajib. Struktur utamanya dikelilingi oleh ratusan candi perwara yang tersusun rapi.
Candi Sewu didirikan pada abad ke-8 Masehi. Hal ini menjadikannya lebih tua dari Candi Borobudur dan Prambanan yang terkenal. Pembangunannya terjadi pada masa kejayaan Dinasti Syailendra. Saat itu, candi ini berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Buddha. Hal ini kontras dengan Candi Prambanan yang memiliki corak Hindu. Keberadaan dua corak berbeda ini menunjukkan harmoni toleransi di Nusantara. Tata letak kompleks Candi Sewu mencerminkan pola Mandala Wajradhatu. Pola ini melambangkan alam semesta dan kesempurnaan Buddha. Candi Sewu juga lekat dengan kisah legenda populer Roro Jonggrang.
Harga Tiket Masuk
Tiket | Tarif |
Tiket dewasa | Rp.50.000,- |
Tiket anak anak | Rp. 25.000 |
Wisatawan | Rp. 375.000,- |
Jam Buka
Jadwal | Jam Buka |
Setiap Hari | 08.00 – 17.00 WIB |
Lokasi dan Rute Candi Sewu
Secara administratif, Candi Sewu berada di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.KM.16, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya termasuk dalam wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun, kompleks candi ini sangat dekat dengan perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Sewu merupakan bagian dari kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Letaknya hanya sekitar 800 meter di sebelah utara Candi Prambanan yang terkenal. Keberadaan dua candi besar yang berdekatan ini memudahkan wisatawan. Anda dapat mengunjungi Candi Hindu dan Buddha dalam satu kali perjalanan wisata.
Rute menuju Candi Sewu sangat mudah diakses melalui jalan utama Solo-Yogyakarta. Jika Anda datang dari Yogyakarta, ikuti saja petunjuk arah menuju Candi Prambanan. Setelah mencapai kawasan utama Prambanan, Anda hanya perlu berkendara sebentar ke arah utara. Akses ke lokasi dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jalanan menuju ke sana sudah beraspal baik dan mulus. Candi ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 17.00. Pastikan Anda datang di waktu yang tepat untuk menikmati keindahannya.
Sejarah Candi Sewu
Candi Sewu memiliki nama asli yang tercatat dalam prasasti. Nama aslinya adalah Manjusrigrha, yang berarti “Rumah Manjusri”. Candi ini didirikan pada abad ke-8 Masehi. Pembangunannya terjadi pada masa Dinasti Syailendra yang berkuasa. Prasasti Kelurak tahun 782 Masehi menjadi salah satu bukti pendiriannya. Usia candi ini diketahui lebih tua dari Candi Borobudur dan Prambanan. Candi Sewu dibangun sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Buddha Mahayana. Pada masanya, ia menjadi candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur. Keagungan arsitekturnya menunjukkan perkembangan pesat seni bangunan.
Candi Sewu dibangun untuk menghormati Bodhisattva Manjusri. Ia adalah Bodhisattva kebijaksanaan dalam ajaran Buddha. Candi ini menunjukkan toleransi beragama yang tinggi pada masa Jawa Kuno. Ia berdiri sangat dekat dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu. Ini menggambarkan adanya harmoni antara dua agama besar tersebut. Kompleks candi ini awalnya terdiri dari 249 bangunan. Ada satu candi utama, delapan candi apit, dan 240 candi perwara. Tata letaknya membentuk pola mandala yang simetris dan teratur. Pola ini melambangkan kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha.
Setelah masa keemasannya, Candi Sewu sempat terbengkalai dan rusak. Kerusakan parah terjadi akibat gempa bumi di masa lalu. Upaya pemugaran besar-besaran dimulai sejak era kolonial Belanda. Proses restorasi yang paling intensif dilakukan pada tahun 1980-an hingga selesai. Pemugaran ini bertujuan mengembalikan bentuk aslinya. Candi Sewu kini menjadi situs warisan dunia UNESCO. Situs ini juga erat kaitannya dengan legenda rakyat Roro Jonggrang. Legenda itu mengisahkan permintaan seribu candi dalam semalam. Nama “Sewu” yang berarti seribu berasal dari kisah tersebut.
Spot Menarik Candi Sewu






1. Mengagumi Arsitektur Mandala Wajradhatu
Candi Sewu menawarkan keindahan arsitektur Buddha yang sangat terperinci. Kompleks ini dirancang berdasarkan pola Mandala Wajradhatu yang suci. Pola ini melambangkan alam semesta dan kesempurnaan ajaran Buddha. Candi utama berdiri megah di tengah-tengah lapangan yang luas. Bangunan inti ini dikelilingi oleh ratusan candi perwara yang tersusun rapi. Tata letak simetrisnya menunjukkan tingkat perencanaan yang luar biasa. Struktur keseluruhan kompleks menciptakan pemandangan yang harmonis. Pengunjung dapat berjalan mengelilingi setiap lapisan candi. Ini memberikan pengalaman unik menjelajahi simbolisme kuno.
Pola Mandala ini sangat berbeda dengan arsitektur candi Hindu di dekatnya. Desain geometrisnya mencerminkan filosofi kosmologi Buddha Mahayana. Setiap bangunan perwara memiliki detail ornamen yang memukau. Anda bisa mengamati pahatan relief dan arca di seluruh kompleks. Arsitektur ini adalah bukti kejayaan Dinasti Syailendra pada abad ke-8 Masehi. Pengunjung akan merasakan aura spiritual yang kuat. Keindahan arsitektur Candi Sewu adalah daya tarik utamanya.
2. Berfoto dengan Arca Dwarapala Raksasa
Salah satu fitur paling ikonik di Candi Sewu adalah Arca Dwarapala. Arca-arca ini adalah patung penjaga gerbang yang berukuran sangat besar. Patung ini berdiri kokoh di empat pintu masuk utama kompleks. Tinggi Dwarapala dapat mencapai sekitar dua hingga tiga meter. Mereka digambarkan dalam posisi jongkok yang mengesankan. Masing-masing memegang senjata dan tampak siap menjaga candi. Patung-patung ini berfungsi sebagai pelindung kompleks suci dari roh jahat.
Arca Dwarapala ini menawarkan latar belakang foto yang spektakuler. Pengunjung seringkali berfoto di antara dua arca kembar ini. Patung ini memiliki detail pahatan yang rumit dan ekspresif. Kehadirannya menambah kesan mistis dan keagungan. Arca-arca ini menjadi penanda bahwa Anda memasuki area candi. Jangan lewatkan kesempatan mengabadikan momen bersama para penjaga raksasa ini. Keindahan arca ini adalah ciri khas visual Candi Sewu.
3. Menyusuri Kompleks 249 Candi Perwara
Meskipun bernama “Sewu” atau seribu, jumlah candi sebenarnya adalah 249. Jumlah ini terdiri dari satu candi induk, delapan candi apit, dan 240 candi perwara. Candi perwara ini tersusun dalam empat barisan konsentris. Barisan candi ini mengelilingi candi utama di bagian tengah. Menyusuri barisan candi perwara ini adalah pengalaman yang unik. Anda akan merasakan betapa luas dan megahnya kompleks ini.
Sayangnya, banyak dari candi perwara ini yang tidak lagi utuh. Beberapa hanya tersisa berupa reruntuhan atau bongkahan batu. Namun, pola susunan dan fondasinya masih terlihat jelas. Ini memungkinkan Anda membayangkan kemegahan kompleks candi ini pada masa lampau. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam tentang tata ruang kuno. Menjelajahi setiap sudut candi ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
4. Menggali Kisah Legenda Roro Jonggrang
Candi Sewu memiliki keterkaitan erat dengan legenda rakyat Jawa. Kisah yang paling terkenal adalah legenda Roro Jonggrang. Legenda ini bercerita tentang Bandung Bondowoso yang sakti. Ia diminta Roro Jonggrang untuk membangun seribu candi dalam semalam. Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan permintaannya. Namun, Roro Jonggrang menggagalkannya dengan tipu daya fajar palsu.
Kegagalan ini membuat Bandung Bondowoso murka dan kecewa. Ia kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu. Arca ini konon menjadi pelengkap candi yang keseribu. Kisah ini menjelaskan mengapa candi ini disebut Candi Sewu. Pengunjung dapat menggali lebih dalam cerita rakyat ini. Legenda ini menambah dimensi romantis pada kunjungan wisata Anda.
5. Berwisata Sejarah di Kawasan Prambanan
Candi Sewu terletak di kawasan strategis dekat Prambanan. Lokasinya yang berdekatan memungkinkan kunjungan gabungan. Anda dapat mengunjungi Candi Hindu dan Buddha dalam satu hari perjalanan. Candi Sewu hanya berjarak 800 meter dari Candi Prambanan. Ini adalah contoh nyata harmoni antara dua agama. Keduanya berdiri berdampingan sejak abad ke-8 Masehi.
Kawasan wisata ini juga mencakup Candi Bubrah dan Candi Lumbung. Keduanya adalah candi kecil yang melengkapi kompleks ini. Berjalan kaki di antara situs-situs ini sangat disarankan. Udara di pagi hari sangat segar dan menenangkan. Kunjungan gabungan ini memaksimalkan pengalaman sejarah Anda. Ini adalah kesempatan emas untuk memahami sejarah Jawa Kuno.
Fasilitas Candi Sewu
Area Parkir Luas: Tersedia area parkir yang luas dan terorganisir dengan baik. Area parkir ini dapat menampung berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor hingga bus wisata.
Toilet Umum: Fasilitas toilet umum tersedia di beberapa titik strategis. Kebersihan toilet umumnya terjaga untuk kenyamanan pengunjung.
Mushola: Disediakan mushola atau tempat ibadah sederhana bagi pengunjung Muslim. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung untuk melaksanakan ibadah sholat.
Pusat Informasi: Terdapat loket tiket dan pusat informasi di dekat pintu masuk. Pengunjung bisa mendapatkan panduan dan informasi sejarah di sini.
Warung Makan/Kios Kuliner: Di sekitar area kompleks candi, tersedia warung makan sederhana. Warung-warung ini menjual makanan dan minuman untuk kebutuhan pengunjung.
Kios Suvenir: Tersedia kios-kios yang menjual berbagai cendera mata khas Candi Sewu dan kawasan Prambanan.
Akses dan Transportasi: Lokasi Candi Sewu mudah diakses dari jalan utama Solo-Yogyakarta. Di kawasan sekitarnya juga tersedia opsi penginapan dan akomodasi.
Tips Berkunjung
Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, rencanakan kunjungan Anda ke Candi Sewu di pagi atau sore hari. Waktu tersebut ideal karena cuaca tidak terlalu panas dan menawarkan pemandangan indah. Bawalah topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari sinar matahari. Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang kuat karena Anda akan banyak berjalan kaki. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan kemegahan candi Buddha ini. Hormati situs ini sebagai tempat suci dan jaga kebersihannya. Anda bisa menggabungkan kunjungan ini dengan Candi Prambanan yang letaknya sangat berdekatan.
Untuk melengkapi perjalanan wisata sejarah Anda ke Candi Sewu, pastikan masalah transportasi sudah teratasi. Anda bisa memanfaatkan layanan di hiace transport yang nyaman dan fleksibel. Di Yogyakarta, tersedia banyak pilihan sewa mobil seperti Hiace Commuter dan Hiace Premio. Jika rombongan Anda lebih kecil, kendaraan seperti Elf dapat menjadi solusi yang tepat. Sementara itu, untuk rombongan besar, layanan sewa bus sangat direkomendasikan. Jasa antar jemput bandara juga memudahkan perjalanan Anda dari kedatangan hingga ke lokasi candi. Pilihlah penyedia sewa Hiace Yogyakarta tepercaya. Transportasi yang nyaman akan membuat eksplorasi keindahan Candi Sewu menjadi lebih berkesan dan menyenangkan.
Informasi
- WhatsApp : 0811-2156-666
- Instagram : @hiacetransport
- Facebook : Hiacetransport
- Email : hiacetransport@gmail.com





